Tips keamanan servis dan 18 aturan servis.

dalam melakukan pekerjaan servis motor, ada faktor-faktor keselamatan dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Pertolongan pertama harus segera di berikan dan tidak boleh di abaikan atau di anggap sepele. Pada saat mekanik melakukan servis atau belah mesin motor, banyak part yang di bongkar.
Jika mekanik belum ahli maka part yang beraneka ragam bentuk dan ukuran akan membingungkan dalam memasang atau merakit kemabali.

Apalagi di tambah memasang part kemesin dengan posisi tertentu dapat menyebabkan kerusakan mesin sepedah motor bila salah menempatkan part tersebut.
Untuk itu ada beberapa aturan-aturan servis yang sangat membantu pekerjaan mekanik akan lebih tepat dalam reparasi.

Faktor-faktor keselamatan kerja :

1 .Karbon monoxide ( CO ).
Bila menghidupkan mesin, pastikan bahwa ruangan berventilasi dengan baik, dan jangan hidupkan mesin di ruang tertutup.Gas buang mengandung racun karbon monoxide yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan dapat menyebabkan kematian.
Hidupkan mesin diruang terbuka atau bila diruang tertutup harus mempunyai sistim pembuangan gas.

2 .Bensin.
Bekerjalah di dalam ruangan dengan ventilasi yang baik. Jauhkan rokok, api, dan letikan bunga api di dalam ruang kerja atau di mana bensin tersimpan.Bensin sangat mudah terbakar dan pada kondisi tertentu bersifat explosive. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

3 .Gas hydrogen battery dan elecktrolit.
Battery menghasilkan gas-gas explosive jauhkan bunga api, api, dan rokok. Sediakan ventilasi yang cukup pad saat pengisian.Battery mengandung asam sulfat ( elecktrolit ). Kontak dengan kulit atau mata, dapat menyebabkan luka bakar. Gunakan pakain pelindung dan pelindung muka.Bila kulit terkena elecktrolit, bilaslah segera dengan air banyak-banyak.
Jika mata terkena elecktrolit, bilaslah dengan air paling sedikit 15 menit dan segera periksakan ke dokter.Elecktrolit beracun, jika tertelan minumlah air banyak-banyak atau susu dan ikuti cairan yang mengandung magnesium atau minyak sayur dan segeralah berobat ke dokter.

4 .Debu kampas rem.
Jangan memakai udara bertekanan atau sikat kering untuk membersihkan rem.Serat-serat asbes yang terhisap telah di ketemukan, menyebabkan penyakit pada alat pernafasan dan kangker.

5 .Komponen-komponen panas.
Mesin pada sistim exhaust menjadi panas dan masih panas untuk beberapa saat setelah mesin di hidupkan. Kenakan sarung tangan isolasi atau tunggu sampai dingin sebelum memegangnya.

6 .Minyak rem.
Tumpukan minyak rem pada komponen-kompnen cat, plastik atau karet akan merusak komponen-komponen tersebut. Letakan kain pelindung waktu memperbaiki sistim ini, dengan cara di basahi dulu dengan air.Minyak rem akan merusak bagian-bagian yang di cat. Selain pada itu, minyak rem dapat merusak kekuatan struktural dari part yang terbuat dari pada plastik atau karet. 

Demikianlah 6 tips yang harus di terapkan pada waktu servis motor. Untuk meminimalkan kecelakaan kerja dan bahkan meniadakan kecelakaan pada saat proses reparasi.


18 aturan-aturan servis bagi mekanik pemula :

1 .Kebersihan komponen.
Bersihkan bagian luar suatu part atau susuman part sebelum melepaskannya dari motor atau membuka tutup untuk di servis.Bersihkan part setelah pembongkaran sebelum mengukurnya terhadap keausan.

2 .Kondisi kabel-kabel.
Kabel pengontrol tidak boleh bengkok atau berubah bentuknya. Hal ini akan menyebabkan cara kerjanya menjadi berat dan timbulnya kerusakan kabel sebelum waktunya.

3 .Komponen-komponen dari karet.
Part yang terbuat dari karet akan menjadi makin renta dengan bertambahnya umur pemakaian, dan sangat mudah rusak oleh akibat cairan-cairan pembersih dan oli. 

Periksalah part ini sebelum memasangnya kembali dan ganti bila diperlukan.


4 .Proses membuka komponen.
Ketika membuka suatu part dengan bermacam ukuran baut pengencang, lakukan menurut urutan dari luar ke dalam dengan pola bersilang. Dengan mengendorkan baut-baut ukuran kecil terlebih dahulu.
Jika baut yang besar di dahulukan, akan terkdi gaya berlebihan pada baut yang berukuran kecil.

5 .Susunan komponen.
Susunan part yang rumit, seperti part tranmisi, harus di simpan dalan urutan pemasangan semula dan di ikat dengan kawat atau tali untuk mempermudah pemasangan kembali nanti.

6 .Posisi pemasangan.
Posisi pemasangan dari pada part yang kritis harus di catat dan di ingat sebelum dibongkar.Hal ini akan memastikan bahwa dimensi-dimensi tersebut ( kedalaman, jarak atau posisi ) tetap di pertahankan sewaktu pemasangan kembali.

7 .komponen yang di lepas.
Part yang tidak boleh dipakai kembali harus slalu di ganti baru jika sudah dilepas. Part-part ini termasuk gasket, cincin sil logam, cincin-o, sil oli, cincin pengunci ( snapring ), dan pin pengaman ( cotter pin ).

8 .Proses pemasangan bantalan.
Sewaktu akan mengeluarkan atau memasang bantalan, harus di perhatikan bahwa dorongan pada cincin yang bebas akan merusak bantalan apabila cincin lainya dalam keadaan terpasang erat.

9 .Posisi pemasangan snap ring.
Cincin pengunci ( snap ring ) selalu dipasang dengan sisi berujung bulat atau cembung menjauhi dorongan dari part-part tempat pemasangan. 
Dengan cara ini tekanan pada cincin pengunci menekan terhadap permukaan di dalam alur cincin dengan bidang kontak yang paling luas dan rata.

10 .Melumasi komponen.
Lumasi dengan gemuk atau minyak pelumas yang di anjurkan, pada partg-part yang bergeser atau perputar sebelum pemasangan kembali.

11 .Suku cadang asli.
Suku cadang atau minyak pelumas harus asli buatan dari prodak-prodak yang di anjurkan.pengunaan suku cadang yang tidak asli dapat mengurangi berforma serta keawetan produk.

12 .Mencoba komponen.
Cobalah cara kerja part setelah perakitan, sebelum memasang part tersebut pada sepedah motor.

13 .mencocokan baut.
Panjang baut atau ulir untuk suatu susunan, tutup atau rumah dapat bervariasi. Panjang yang beda-beda ini harus di pasang pada tempat yang benar.jika ragu-ragu letakan baut ke dalam lubangnya dan bandingkan baut yang menonjol keluar dengan jarak yang sama.

14 .Proses pengencangan baut.
Pengencangan baut yang beraneka ragam ukuranya harus di lakukan sebagai beriku: kencangkan semua dengan jari kemudian kenangkan dengan kunci mulai dengan baut yang berukuran besar dulu sebelum baut berukuran kecil.Pola pengenangan harus secara bersilang dari dalam keluar. Untuk mengurangi berubah bentuk. Pengecangan harus di lakukan dua atau tiga tahap.

15 .Posisi pemasangan sil oil.
Sil oli selalu dipasang dengan gemuk didalam rongga sil dan nama pabrik pembuatnya selalu menghadap keluar.Ketika memasang sil, selalu periksa bahwa poros yang menembus sil dalam keadaan halus dan rata. Bebas dari permukaan tajam dan kasar yang dapat merusak sil.

16 .Pembersihan gasket bekas.
Buanglah bahan gasket atau perekat lama sebelum memasang kembali. Jika permukaan pemasangan gasket sedikit rusak, dapat di haluskan kembali dengan mengasah mengunakan amplas.

17 .Pemasangan selang karet.
Slang karet untuk bahan bakar, vakum atau cairan pendingin, harus di pasang sampai ujungnya menyentuh penuh.Dengan demikian akan di peroleh luas permukaan yang cukup untuk menjepit selang di bawah ujung pipa pemasangan yang lebar.

18 .Posisi pemasangan pelindung karet.
Penutup atau pelindung karet atau plastik, harus dipasang kembali dengan erat pada posisi yang tepat. 
Template by DSM